SINERGI PEMKAL DENGAN PUSKESMAS DEPOK II RESPON TEMUAN KASUS BALITA SUSPEK CAMPAK

23 Desember 2025
Administrator
Dibaca 3 Kali
SINERGI PEMKAL DENGAN PUSKESMAS DEPOK II RESPON TEMUAN KASUS BALITA SUSPEK CAMPAK

Tim Gerak Cepat (TGC) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Depok II bergerak cepat melakukan sosialisasi mengenai Penyakit Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) di Balai RW 42 Padukuhan Pringwulung, Condongcatur, Depok, Sleman, pada Senin (22/12/2025). Langkah ini merupakan tindak lanjut serius atas ditemukannya kasus balita suspek campak di wilayah tersebut guna mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan DIY, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, jajaran Kapanewon Depok, hingga Kamituwa Kalurahan Condongcatur. Sosialisasi ini menyasar kader kesehatan dan orang tua balita sebagai garda terdepan dalam perlindungan kesehatan anak. Dalam sesi edukasi, Aurel dan Bernadeta Dewintasari memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya penyakit menular serta pentingnya ketaatan pada jadwal imunisasi rutin yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain memberikan penyuluhan, Tim Gerak Cepat Puskesmas Depok II juga melakukan penyisiran terhadap Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) milik warga. Pengecekan ini bertujuan untuk mendata secara akurat cakupan imunisasi di Padukuhan Pringwulung serta mendeteksi balita mana saja yang status imunisasinya masih belum lengkap atau tertinggal.

Kepala Puskesmas Depok II, Endang Sulistyowati, menekankan bahwa cakupan imunisasi yang optimal atau Universal Child Immunization (UCI) sangat krusial untuk memastikan balita tetap sehat. Ia menjelaskan bahwa imunisasi tidak hanya melindungi anak secara individu, tetapi juga menciptakan kekebalan kelompok. Menurutnya, meskipun balita yang sudah divaksin suatu saat terpapar penyakit, gejala yang muncul hanya akan berupa gejala minimal dan tidak membahayakan keselamatan jiwa sang anak.

“Sebagai bentuk komitmen kami dalam memudahkan akses, jadwal pelayanan imunisasi lengkap yang sedianya jatuh pada hari libur nasional Kamis, 25 Desember 2025, akan kami ajukan lebih awal ke hari Rabu, 24 Desember 2025, bertempat di Puskesmas Pembantu Gejayan. Kami ingin memastikan tidak ada hambatan bagi orang tua untuk memberikan hak kesehatan bagi anak-anak mereka,” ujar Endang Sulistyowati saat memberikan pengarahan.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Imunisasi Bidan Tyas bersama tim Surveilans Indah Putrianti mengimbau para kader untuk menggerakkan program Kejar Imunisasi. Program ini dikhususkan bagi balita yang status imunisasinya tertinggal akibat berbagai alasan, seperti kondisi anak yang sempat sakit, orang tua yang lupa jadwal, atau kurangnya pemahaman mengenai manfaat vaksin. Program pengejaran ini masih dapat dilakukan secara efektif sebelum balita mencapai usia 60 bulan.

“Program Kejar Imunisasi ini adalah kesempatan emas bagi orang tua untuk melengkapi status perlindungan anak yang sempat tertunda. Kami berharap para kader aktif menyisir warga agar tidak ada satu pun balita di Pringwulung yang terlewatkan dari jangkauan imunisasi dasar lengkap,” tutur Bidan Tyas menekankan pentingnya pendataan ulang.

Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, turut memberikan apresiasi atas peran aktif warga dan kader dalam mendukung kegiatan ini. Ia menilai semangat gotong royong dalam mendeteksi dini kesehatan anak merupakan langkah terbaik untuk memutus rantai penularan penyakit menular. Sementara itu, Dukuh Pringwulung Sahid Fahrudin menutup kegiatan dengan memotivasi para ibu agar lebih rajin memanfaatkan layanan Posyandu setiap bulan.

“Harapan kami ke depan tidak ditemukan lagi kasus PD3I di Padukuhan Pringwulung dan tidak sampai terjadi KLB. Orang tua harus berperan aktif mengimunisasi anaknya tepat waktu karena mencegah jauh lebih baik dan lebih murah daripada mengobati saat sudah jatuh sakit,” pungkas Sahid Fahrudin