PENINGKATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN KALURAHAN CONDONGCATUR TAHUN 2025

13 Februari 2025
Administrator
Dibaca 3 Kali
PENINGKATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN KALURAHAN CONDONGCATUR TAHUN 2025

Sebanyak 80 kader kesehatan dari 40 Posyandu di Kalurahan Condongcatur mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas dan penyegaran di Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, pada Rabu, 12 Februari 2025. Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk apresiasi sekaligus pembekalan bagi kader kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Rombongan yang diberangkatkan menggunakan dua bus ini terdiri dari perwakilan Posyandu, Puskesmas Depok II, Penyuluh KB Kapanewon Depok, serta didampingi Lurah, Carik, Dukuh, dan beberapa staf pamong Kalurahan Condongcatur.

Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, A.Md., selaku pengampu bidang kegiatan, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan penyegaran, meningkatkan motivasi, serta mempererat kekompakan antara kader kesehatan dan mitra kerja seperti Puskesmas Depok II dan Penyuluh KB Kapanewon Depok.

“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kader kesehatan agar lebih optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, juga sebagai ajang penyegaran dan motivasi bagi para kader yang sehari-harinya berkutat dengan tugas pelayanan di masyarakat,” ujar Al Thouvik.

Sebagai narasumber, hadir dr. R. Prihanjono Andri Putranto, seorang konsultan dan praktisi kesehatan dari Universitas Sebelas Maret (UNS), yang membawakan materi bertema “Semangat Kita Menjadi Kader Luar Biasa”. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya peran kader kesehatan dalam mendukung integrasi layanan kesehatan primer di tingkat desa.

Dr. Andri Putranto menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas kader kesehatan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan strategi kolaboratif agar transformasi layanan kesehatan di tingkat desa semakin efektif. Kader kesehatan berperan dalam kegiatan promotif, preventif, serta deteksi dini masalah kesehatan masyarakat.

Ia juga memperkenalkan konsep Andragogi, yaitu metode pembelajaran yang dirancang khusus untuk orang dewasa. Menurutnya, dalam pembelajaran orang dewasa, pendekatan yang digunakan harus lebih kepada membimbing dan membantu mereka dalam menemukan pengetahuan, keterampilan, serta sikap yang tepat untuk menyelesaikan masalah-masalah kesehatan di masyarakat.

Dalam pemaparannya, dr. Andri Putranto juga memperkenalkan metode 3R (Reason, Response, Result) sebagai pendekatan yang dapat diterapkan oleh kader kesehatan dalam menjalankan tugasnya.

Metode ini menekankan pentingnya kesadaran dan ketepatan dalam bertindak, dimulai dari Reason (Alasan), yaitu memahami secara mendalam alasan di balik setiap tugas dan tanggung jawab yang diemban. Dengan memiliki pemahaman yang jelas mengenai tujuan dari setiap tindakan, kader kesehatan dapat bekerja dengan lebih terarah dan penuh makna.

Tahapan berikutnya adalah Response (Reaksi), yakni kemampuan untuk merespons setiap situasi yang dihadapi di lapangan dengan tepat dan profesional. Kader kesehatan harus mampu menyesuaikan tindakan mereka sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat, baik dalam hal pencegahan, edukasi, maupun penanganan awal masalah kesehatan.

Terakhir, Result (Hasil) menjadi bagian penting dalam evaluasi kinerja. Setiap tindakan yang dilakukan harus dievaluasi untuk melihat sejauh mana dampak positif yang telah dihasilkan. Dengan begitu, kader kesehatan dapat terus meningkatkan efektivitas dan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

“Metode ini mengajarkan kita bagaimana bersikap dan berperilaku secara profesional dalam menyelesaikan tugas-tugas pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh kader kesehatan yang selama ini telah menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan di masyarakat.

“Kader kesehatan itu luar biasa. Mereka adalah orang pertama yang hadir ketika ada warga yang sakit, memastikan bayi mendapatkan pantauan gizi yang tepat, hingga memberikan saran kesehatan kepada masyarakat. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan. Tetap semangat, tetap sehat, dan jangan lupa bahagia!” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan kesempatan untuk menambah wawasan, berbagi pengalaman, serta memperkuat semangat dalam menjalankan tugas mulia sebagai kader kesehatan. “Saya berharap ilmu dari dr. Andri bisa langsung diterapkan di lapangan,” pungkasnya.

Usai sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan refreshing di kawasan Kebun Teh Kemuning, Karanganyar. Dengan ketinggian mencapai 800–1.540 mdpl, kawasan ini menawarkan udara sejuk dan pemandangan hamparan kebun teh yang menenangkan. Para peserta juga berkesempatan menikmati dan membawa pulang berbagai produk khas daerah tersebut, seperti teh serai, teh jahe, teh hitam, teh melati, teh mint, teh rosella, teh hijau, serta ubi ungu isi bligo.

Dengan kegiatan ini, diharapkan para kader kesehatan dapat kembali ke Condongcatur dengan semangat baru serta ilmu yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.