KPU SLEMAN APRESIASI PROSESI PEMILIHAN KETUA RT-RW DI KALURAHAN CONDONGCATUR SEBAGAI SARANA PENDIDIK

12 Januari 2026
Administrator
Dibaca 3 Kali
KPU SLEMAN APRESIASI PROSESI PEMILIHAN KETUA RT-RW DI KALURAHAN CONDONGCATUR SEBAGAI SARANA PENDIDIK

Fenomena menarik terjadi dalam proses pergantian pengurus lingkungan di Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman. Pemilihan Ketua RT dan RW periode 2026–2031 yang digelar serentak sejak Desember 2025 hingga Januari 2026 dilaksanakan dengan standar layaknya Pemilihan Umum (Pemilu) nasional. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman memberikan perhatian khusus dengan meninjau langsung proses pemungutan suara di RW 43 Padukuhan Kayen pada Minggu (11/1/2026).

Proses pemilihan di wilayah ini mencerminkan miniatur demokrasi yang sangat rapi. Panitia di tingkat padukuhan mencetak kartu suara secara mandiri, menyediakan bilik suara, kotak suara, hingga penggunaan tinta bagi warga yang telah menyalurkan hak pilihnya. Seluruh proses diakhiri dengan penghitungan suara yang dilengkapi berita acara resmi, persis seperti mekanisme pemungutan suara legislatif maupun presiden.

Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Sleman, Huda Al Amna, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif warga tersebut. Menurutnya, praktik ini merupakan sarana pendidikan politik yang efektif bagi masyarakat di tingkat akar rumput. KPU Sleman bahkan memfasilitasi peminjaman logistik berupa bilik dan kotak suara resmi untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

“Kami menyambut baik proses pemilihan ini yang menjadi sarana pendidikan pemilih bagi masyarakat. Kami mengapresiasi pelaksanaan pemilihan RT dan RW di Condongcatur yang dilaksanakan dengan mekanisme lengkap, mulai dari tahapan sosialisasi, penjaringan calon, hingga pemungutan suara secara langsung dengan mencoblos surat suara. Ini adalah bukti bahwa demokrasi sudah menjadi budaya di tingkat terkecil masyarakat kita,” ujar Huda Al Amna saat memantau lokasi pemungutan suara.

Antusiasme masyarakat dalam pesta demokrasi tingkat lokal ini tergolong sangat tinggi. Mantan Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Depok, Wuri Handayani, mencatat bahwa tingkat partisipasi warga rata-rata berada di atas 80 persen, bahkan di beberapa titik melampaui angka partisipasi Pemilu Legislatif. Untuk menarik minat warga, banyak panitia secara swadaya menyediakan fasilitas makan gratis seperti soto dan bakso hingga pembagian hadiah menarik di lokasi tempat pemungutan suara.

“Saya merasa terharu melihat semangat warga dan panitia yang menduplikasi metode pemilu secara total. Selain sebagai ajang pemilihan pemimpin lingkungan, ini menjadi sarana regenerasi bagi anak-anak muda untuk belajar menjadi penyelenggara pemilu. Banyak panitia yang merupakan mantan KPPS, namun banyak juga wajah baru yang diharapkan nantinya bisa berkontribusi pada Pemilu 2029 mendatang,” ungkap Wuri Handayani.

Sementara itu, Humas Kalurahan Condongcatur, Wasana, mengingatkan bahwa seluruh hasil pemilihan dari 212 Ketua RT dan 64 Ketua RW se-Condongcatur harus segera dilaporkan. Pemerintah Kalurahan memberikan batas waktu hingga 15 Januari 2026 bagi panitia untuk mengirimkan berita acara hasil pemilihan sebagai dasar administrasi pengukuhan.

“Kami meminta hasil pemilihan segera dikirimkan agar proses administrasi berjalan lancar. Rencananya, pada bulan Maret atau April 2026 mendatang akan dilaksanakan pengukuhan Ketua RT dan RW secara serentak di tingkat kalurahan. Kami berharap para pemimpin terpilih dapat mengemban amanah dengan baik demi kemajuan wilayah masing-masing,” tutur Wasana.

Sebagai gambaran ketatnya persaingan, pemilihan Ketua RW 43 Kayen berakhir dengan selisih suara yang sangat tipis. Calon nomor urut satu, Warijo, berhasil meraih 154 suara, hanya terpaut enam angka dari Harsono yang memperoleh 148 suara. Proses yang berjalan kondusif ini menunjukkan kedewasaan berpolitik warga Condongcatur dalam menerima hasil keputusan Bersama